Halaman

Minggu, 16 Desember 2012

Dalam Hening

Sebelum tidur, mulut berdo'a. Hatimu berharap, berlabuh penuh seluruh. Lenyap rasa dendam di hati senyap. Mengingat wajah orang yang memusuhimu, muncul iba dan kasian jadi haru. Merangkai surat-surat pendek, menyusun dzikir, jadi untaian sirr tiada akhir. Menyulam harap, kau larut dalam nama Allah, dalam keagungan Allah tenggelam, terlelap. Jiwamu tingal separuh, terdiam penuh makna meresap. Esok udara sudah sejuk. Dini hari terbangun, teringat Allah, hati dalam keheningan diketuk. Menyempurnakan ibadah, mencaci maki tingkah yang salah. Gemericik hujan, atau gemuruh malam, detak jam, atau jantungmu sendiri, seolah turut berdo'a, turut memuji kebesaran Tuhan. Kau merasa amat butuh. Bersunyi-sunyi dengan Allah, berpanjat do'a sampai berpeluh. Demikian sebab terlanjur hati sudah jatuh, terpana, berkelana di dalam kubangan cinta. Hancur luluh hati, melebur dalam rasa. Nikmatnya berlama, menghadap bercakap, air mata pun menyusul selaksa do'a, mengobat luka, meratap.

Gambar : Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar