Halaman

Minggu, 09 Desember 2012

Mulut Ini Menyebutnya: AJAIB



Audzubillahi minasyathoni rrajiim...
Bismillahi rrahmaani rrahiim...
Alhamdulillahi rabbil'alamiin...
Allahummasholli 'alaasayyidina Muhammad, wa 'ala alihi, wa ashabihi, ajmaiin...

Pernahkah kamu mengalami sesuatu yang tidak biasa? Kalau saya sih belum. Tapi kalau menyaksikan pernah. Orang yang tidak mempan dihunus pedang, makan beling/silet, tiduran di atas ujung runcing ratusan paku tapi nggak luka sama sekali, he…he…he… ngeri ya? Atau hal-hal seperti sulap. Ada juga manusia terkecil di dunia, kambing berkaki lima. Hal-hal seperti orang yang rajin berdo’a dan sholat malam, minta rumah, eh beberapa hari berikutnya tanpa usaha cape-cape tiba-tiba ada yang ngasih rumah. Lain waktu saya mendengar cerita-cerita misalnya orang yang tiba-tiba ganti kelamin tanpa operasi, ini alami saja kejadiannya. Saya juga membaca cerita para wali Allah dengan karomah-karomahnya. Semua itu adalah hal-hal yang tidak biasa, jarang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan hal-hal seperti ini pula yang sering disebut sebagai keajaiban.

Sementara kalau kasus-kasus, misalnya kita berdo’a minta rezeki, esoknya pas mau berangkat sekolah, atau kerja, orang tua ngasih duit, kita nganggapnya ngga ajaib, bukan jawaban do’a dan bukan keajaiban, terus lupa baca alhamdulillah deh. Karena apa, saking biasa. Siangnya, pergi ke kantin beli nasi, terus makan, itu juga sering dianggap ngga ajaib, sampai-sampai pas mau makan lupa baca basmallah. Agak sore pulang ke rumah, mandi, pake baju, terus nonton, itu juga dianggap  ngga ajaib, kenapa? Karena sering dikerjakan, umum, dan sudah biasa, sudah jadi rutinitas.

Tanpa sadar, anggapan-anggapan “biasa” itu telah menutup mata hati kita akan keajaiban yang sebenarnya setiap saat menemani kita. Sehingga lupa bersyukur, lupa baca basmallah. Pada saat makan, mestinya kita menyadari akan keberadaan tangan yang mengagumkan, akan kemampuannya memegang dengan sempurna, bergerak dengan sempurna, mengantarkan makanan ke mulut kita, mulut yang bisa mengunyah tanpa beban, lidah yang dapat merasakan rasa makanan membuat kita berselera untuk makan, usus yang justru tak pernah kita sadari proses kerjanya. Saat bernafas, mestinya kita menyadari keberadaan oksigen yang melimpah menyokong kehidupan banyak orang, atau air yang dibutuhkan seluruh mahluk hidup. Tanpa sadar, hampir setiap saat kita menggunakan panca indera kita dengan fungsinya yang menggumkan.

Keberadaan air, udara, pepohonan, rumput, cahaya, suara, semuanya adalah keajaiban. Kita tidak mampu membuat air, udara, cahaya, tidak mampu menumbuhkan pepohonan dan rerumputan. Semua itu terjadi atas kekuasaan Allah. Maka kita sepatutnya menyatakan rasa syukur yang tiada henti-hentinya, paling tidak dalam bentuk ibadah sehari-hari yang memang telah menjadi tugas kita. Paling tidak dengan mengucapkan basmallah sebelum memulai pekerjaan dan mengucapkan alhamdulillah setelah usai. Tidak sulit untuk menyatakan rasa syukur. Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang. Begitu besar karunia yang Allah berikan kepada kita, tetapi begitu ringan tugas yang diberikan Allah kepada kita untuk mensyukuri ni’mat-ni’mat-Nya, ditambah siapa yang patuh melaksanakan tugas akan dibalas-Nya pula dengan limpahan ni’mat yang lain. Subhanallah…

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu bersyukur! Aamiin…

Alhamdulillahirabbil 'alamiin... 

Gambar : Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar