Audzubillahi minasyathoni rrajiim...
Bismillahi rrahmaani rrahiim...
Alhamdulillahi rabbil'alamiin...
Allahummasholli 'alaasayyidina Muhammad, wa 'ala alihi, wa ashabihi, ajmaiin...
Pernahkah kamu mengalami sesuatu yang tidak biasa? Kalau saya sih belum.
Tapi kalau menyaksikan pernah. Orang yang tidak mempan dihunus pedang, makan
beling/silet, tiduran di atas ujung runcing ratusan paku tapi nggak luka sama
sekali, he…he…he… ngeri ya? Atau hal-hal seperti sulap. Ada juga manusia
terkecil di dunia, kambing berkaki lima. Hal-hal seperti orang yang rajin berdo’a
dan sholat malam, minta rumah, eh beberapa hari berikutnya tanpa usaha
cape-cape tiba-tiba ada yang ngasih rumah. Lain waktu saya mendengar
cerita-cerita misalnya orang yang tiba-tiba ganti kelamin tanpa operasi, ini
alami saja kejadiannya. Saya juga membaca cerita para wali Allah dengan
karomah-karomahnya. Semua itu adalah hal-hal yang tidak biasa, jarang terjadi
dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan hal-hal seperti ini pula yang sering
disebut sebagai keajaiban.
Sementara kalau kasus-kasus, misalnya kita berdo’a minta rezeki, esoknya
pas mau berangkat sekolah, atau kerja, orang tua ngasih duit, kita nganggapnya
ngga ajaib, bukan jawaban do’a dan bukan keajaiban, terus lupa baca
alhamdulillah deh. Karena apa, saking biasa. Siangnya, pergi ke kantin beli
nasi, terus makan, itu juga sering dianggap ngga ajaib, sampai-sampai pas mau
makan lupa baca basmallah. Agak sore pulang ke rumah, mandi, pake baju, terus
nonton, itu juga dianggap ngga ajaib,
kenapa? Karena sering dikerjakan, umum, dan sudah biasa, sudah jadi rutinitas.
Tanpa sadar, anggapan-anggapan “biasa” itu telah menutup mata hati kita
akan keajaiban yang sebenarnya setiap saat menemani kita. Sehingga lupa
bersyukur, lupa baca basmallah. Pada saat makan, mestinya kita menyadari akan
keberadaan tangan yang mengagumkan, akan kemampuannya memegang dengan sempurna,
bergerak dengan sempurna, mengantarkan makanan ke mulut kita, mulut yang bisa
mengunyah tanpa beban, lidah yang dapat merasakan rasa makanan membuat kita
berselera untuk makan, usus yang justru tak pernah kita sadari proses kerjanya.
Saat bernafas, mestinya kita menyadari keberadaan oksigen yang melimpah
menyokong kehidupan banyak orang, atau air yang dibutuhkan seluruh mahluk
hidup. Tanpa sadar, hampir setiap saat kita menggunakan panca indera kita
dengan fungsinya yang menggumkan.
Keberadaan air, udara, pepohonan, rumput, cahaya, suara, semuanya adalah keajaiban.
Kita tidak mampu membuat air, udara, cahaya, tidak mampu menumbuhkan pepohonan
dan rerumputan. Semua itu terjadi atas kekuasaan Allah. Maka kita sepatutnya
menyatakan rasa syukur yang tiada henti-hentinya, paling tidak dalam bentuk
ibadah sehari-hari yang memang telah menjadi tugas kita. Paling tidak dengan
mengucapkan basmallah sebelum memulai pekerjaan dan mengucapkan alhamdulillah
setelah usai. Tidak sulit untuk menyatakan rasa syukur. Allah itu Maha Pengasih
dan Penyayang. Begitu besar karunia yang Allah berikan kepada kita, tetapi
begitu ringan tugas yang diberikan Allah kepada kita untuk mensyukuri
ni’mat-ni’mat-Nya, ditambah siapa yang patuh melaksanakan tugas akan
dibalas-Nya pula dengan limpahan ni’mat yang lain. Subhanallah…
Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu bersyukur! Aamiin…
Alhamdulillahirabbil 'alamiin...
Gambar : Google
Tidak ada komentar:
Posting Komentar